Selasa, 06 November 2012

Infrastruktur Dikbud dianggarkan Rp7 Triliun


Infrastruktur Dikbud dianggarkan Rp7 Triliun

Sindonews.com – Pemerintah menganggarkan infrastruktur untuk pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) sebesar Rp7 triliun di tahun 2013 pada Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Infrstruktur ini nantinya akan berupa pembangunan sekolah dan infrastruktur lainnya yang terkait dengan pendidikan dan kebudayaan.

"Ada Rp7 triliun yang akan ada dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk infrastrukturnya. Jadi nantinya akan seperti pembangunan sekolah dan yang lain," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di kantornya, Senin (29/10/2012).

Akan tetapi, lanjut Agus, anggaran tersebut masih dalam proses penelaahan. Menurutnya, jika nanti digabung dengan anggaran infrastruktur keseluruhan yang berjumlah Rp196 triliun, maka totalnya akan menjadi Rp203 triliun. Jadi dibandingkan APBN P 2012 yang sebesar Rp174,9 triliun makater lihat peningkatan. "Jadi saat ini proses penelaahan sedang berjalan," ucapnya.

Anggaran pendidikan tahun 2013 ditetapkan Rp336,8 triliun atau 20 persen dari total belanja negara, terdiri atas alokasi anggaran pendidikan melalui belanja pemerintah pusat Rp117,8 triliun, transfer kedaerah Rp214,1 triliun, dan pengeluaran pembiayaan Rp5 triliun.

Diketahui sebelumnya, anggaran infrastruktur tahun 2013 naik 25 persen menjadi Rp213 triliun. Sebelumnya, anggaran ini hanya mendapatkan porsi sebesar Rp168 triliun.

Penyumbang kenaikan anggaran infrastruktur di antaranya adanya penghematan anggaran subsidi energy dari pos subsidi listrik sebesar Rp11,8 triliun.

Hal ini setelah kenaikan TTL sebesar 15 persen sepanjang tahun 2013. Belum lagi dari penghematan anggaran perjalanan dinas kementerian lembaga sebesar Rp2,9triliun.

Sumber: Sindonews , Senin,  29Oktober 2012  | 11:13 WIB
Link: http://ekbis.sindonews.com/read/2012/10/29/33/683534/infrastruktur-dikbud-dianggarkan-rp7-t

ANALISIS:
Menurut saya, penimgkatan anggaran untuk sektor pendidikan sangat membantu warga miskin. Karena dengan bertambahnya anggaran untuk dunia pendidikan, maka uang sumbangan atau uang pembangunan yang harus dibayar orang tua siswa akan berkurang. Selain itu peningkatan anggaran pendidikan juga akan berdampak pada semakin baik dan meningkatnya fasilitas pendidikan di setiap sekolah sehingga akan lebih mempermudah para siswa untuk belajar dan akan meningkatkan taraf pendidikan di Indonesia.

Ekspor Non-migas ke Singapura Menurun


Ekspor Non-migas ke Singapura Menurun


Liputan6.com, jakarta: Ekspor non-migas kenegara tujuan Singapura menurut laporan Biro Pusat Statistik (BPS) terkini ,menunjukkan perkembangan memburuk. Hal tersebut ditunjukkan dengan berkurangnya nilai ekspor non-migas kenegara ini ,dimana nilai pada bulan Juli dilaporkan hanya mencapai nilai 817.4 juta Dollar AS.

Laporan BPS juga menunjukkan bahwa pada bulan sebelumnya ekspor non-migas kenegara tersebut dapat mencapai nilai 927.1 juta Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor non-migas pada periode tersebut mengalami pelemahan sebesar -109.7 juta Dollar AS, atau berkurang sebesar -11.83 %.

Analis Vibiz Research dariVibiz Consulting mengemukakan bahwa laporan terbaru dari BPS juga menunjukkan bahwa ekspor non-migas dari awal tahun ini sampai bulan Juli secara total mencapai nilai 5874.5 juta Dollar AS. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya penurunan sebesar -736.8 juta Dollar AS atausekitar -11.14% , dimana pada periode yang sama tahun lalu mencapainilai 6611.3 juta Dollar AS. Sementara itu para pejabat Monetary Authority of Singapore (MAS) dijadwalkan akan menyelenggarakan pertemuan pada 12 Oktober ini untuk memberikan arahan pada kebijakan moneter di Negara tersebut.

Sejumlah analis menduga bahwa MAS akan mengekang pergerakan menguatnya Dollar Singapura terhadap Dollar AS terkait dengan upaya memelihara kinerja perdagangan. Data-data terkini menunjukkan adanya penurunan kinerja yang lebih besar dari estimasi pada sector manufaktur dan ekspor. Singapura juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2012 ini.

Sumber: Liputan6.com , 29 Oktober 2012 | 12:28:06   
Link:  http://news.liputan6.com/read/443690/ekspor-non-migas-ke-singapura-menurun

ANALISIS:
Menurut saya, keadaan perekonomian Singapura menjadi salah satu faktor dari menurunnya ekspor non-migas ke Negara tersebut seperti yang dikatakan oles sejumlah analis diatas. Menurunnya ekspor non-migas tersebut tentu saja juga akan berpengaruh pada perekonomian di Indonesia. Dengan begitu, brarti pendapatan yang diterima Negara akan menurun juga. Dan itu akan memunculkan kebijakan-kebijakan baru di sektor non-migas ataupun sektor yang lainnya untuk menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran yang diterima oleh Negara sehingga terhindar dari adanya defisit perekonomian.

Batik Sudah Mendunia, Pemasaran Masih Jadi Kendala


Batik Sudah Mendunia, Pemasaran Masih Jadi Kendala

Liputan6.com, Grobogan: Batik memang telah jadi warisan budaya dunia, namun bagi banyak perajin batik, tidak mudah untuk memasarkan hasil karya anak bangsa ini. Misalnya bagi para pengusaha batik skala kecil di Grobogan, Jawa Tengah.

Selama ini, para perajin batik di Grobogan mengembangkan batik tulis dengan motif utama tanaman pertanian seperti jagung, padi, dan cabai. Selembar batik tulis katun kualitas prima bias diperoleh dengan hargaRp 120 ribu. Harga ini tergolong murah, tapi usaha para perajin ini ternyata tidak juga berkembang.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang perajin, Sri Ningsih, usaha batiknya selama ini terkendala oleh masalah pemasaran. Maka, dengan momentum Hari Batik Nasional yang jatuh hari ini, Selasa (2/10), Sri berharap batik hasil karyanya bias lebih berkembang, khususnya dalam hal meluaskan pemasaran.

Sumber: Liputan6.com , 29 Oktober 2012 | 12:15:47               
Link: http://news.liputan6.com/read/441524/batik-sudah-mendunia-pemasaran-masih-jadi-kendala

ANALISIS:
Menurut saya, batik merupakan kebudayaan khas Negara Indonesia. Batik merupkan kebanggan bagi masyarakat Indonesia. Jadi sayang sekali kalau pemasaran menjadi kendalanya. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan para pengrajin batik kecil supaya mereka juga dapat menjual hasil karya batik mereka sampai ke taraf internasional. Dengan begitu maka taraf perekonomian mereka akan meningkat dan kesejahteraannya pun akan meningkat pula. Selian itu aka nada kemungkinan terbukanya lapangan pekerjaan sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.

Pajak Kendaraan Sampai 28 Oktober, Ada Penghapusan Denda Pajak Kendaraan


Pajak Kendaraan
Sampai 28 Oktober, Ada Penghapusan Denda Pajak Kendaraan

Liputan6.com, Jakarta: Mulai Rabu (10/10), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor (PKB). "Aturan tersebut berlaku sampai 28 Oktober 2012," kata Kepala Unit Dispenda Samsat Jakarta Selatan Dody.

Tidak hanya mendapat penghapusan denda, wajib pajak juga diberikan potongan pokok PKB sebesar 25 persen setiap tahun. "Disertai dengan penghapusan sanksi administrasi atau denda PKB tersebut," kata Dody.

Aturan tersebut tertuang dalam PeraturanGubernur Provinsi DKI Jakarta No/ 77/2012 tanggal 5 Juli 2012 tentang pemberian pengurangan PKB dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) serta penghapusan sanksi administrasi dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 134/2012 tanggal 19 September 2012 tentang perubahan atas Pergub No. 77/2012.

Selain mendapat keringanan dalam membayar pokok PKB dan juga penghapusan denda PKB, wajib pajak juga mendapatkan kabar gembira lainnya. Wajib pajak yang hendak mengganti nama kepemilikan kendaraannya tidak dikenakan Bea Balik Nama (BBN). "Ini juga berlaku hanya sampai 28 Oktober 2012," kata Dody.

Sumber: Liputan6.com , 29 Oktober 2012 | 12:15:47               
Link:  http://news.liputan6.com/read/443706/sampai-28-oktober-ada-penghapusan-denda-pajak-kendaraan

ANALISIS:
Menurut saya, adanya penghapusan denda sangatlah menguntungkan bagi masyarakat. Sebagian besar masyarakat sekarang cenderung malas untuk mengurus penggantian nama kepemilikan kendaraan miliknya karena Bea Balik Nama (BBN) yang sangat mahal. Jadi masyarakat akan senang sekali dengan adanya penghapusan denda pajak kendaraan. Saya harap penghapusan denda pajak kendaan berlangsung untuk selanjutnya bukan hanya sampai 28 Oktober saja.

Bank Pilih-Pilih Profesi Orang dalam Memberikan Kredit?


Bank Pilih-Pilih Profesi Orang dalam Memberikan Kredit?

Liputan6.com, Jakarta: Selama ini sering terdengar bahwa ada pekerjaan tertentu seperti tentara, polisi, pengacara, dan kontraktor susah mendapatkan kredit semisal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena profesinya yang membuat bank tidak nyaman.

Benarkah bank tidak nyaman dengan profesi tersebut karena sering terjadi kredit macet?

Seorang marketing bank asing di Jakarta pernah mengatakan memang di dalam kebijakan pemberian kredit di banknya, ada beberapa profesi yang dihindari seperti polisi, pengacara, tentara. Namun alas an itu tidak akan dikatakan secara eksplisit kepada nasabah tapi hanya akan dibilang belum memenuhi persyaratan saja.

"Karena memang tidak pernah ada bukti tertulis kasus penolakan pemberian kredit dengan alas an profesi tertentu jadi itu sulit dibuktikan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (23/10).

Meski pernah mendengar hal-hal seperti itu, Sudaryatmo mengaku belum pernah ada konsumen yang mengadu ke YLKI karena ditolak pengajuan kreditnya terkait profesi.

"Profesi seseorang tidak boleh dijadikan alas an untuk menghambat bank memberikan kredit tapi yang utama bank harus melihat track record yang bersangkutan yang bias dilihat dari SID (Sistem Informasi Debitur) di Bank Indonesia," ujarnya.

Jika sicalon nasabah dari sisi kepatutan dan kepantasan layak mendapat kredit maka bank tidak boleh melihat profesi yang bersangkutan sebagai alasan lain untuk menolaknya.

Selera Bank

Hal yang sama ditegaskan oleh Kepala Tim Ekonomi BNI Ryan Kiryanto. Menurutnya, saat memberikan kredit bank hanya akan melihat 2 faktor ini:
Kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajibannya
Prospek usaha dari debitur kalau kreditnya berupa kredit produktif.
Ryan mengatakan semua profesi seperti petani, pengacara, tentara atau kontraktor bias mendapatkan kredit dari bank. Baik itu KPR, kredit mobil atau kartu kredit asalkan yang bersangkutan memenuhi kriteria yang ditetapkan bank.

"Kalau ada marketing bank yang bilang kredit tidak bias turun karena alas an profesi itu berarti pihak marketingnya tidak bias menjelaskan bahwa bank itumempunyai criteria tertentu yang harus dianalisis sebelum pinjaman diberikan," ujarnya.

"Mungkin saja pinjamannya terlalu besar sehingga bank menilai kemampuan debiturnya kurang memungkinkan, atau ia bias membayar kreditnya tapi sebenarnya pengeluarannya juga besar sehingga akan mengganggu kebutuhan lainnya," jelas Ryan yang dihubungi melalui telepon.

Tapi bagaimana dengan kasus seorang nasabah yang ditolak pengajuan kreditnya di bank A tapi diterima di bank B?

Kalau untuk kasus seperti itu Ryan mengamini bahwa kejadian seperti itu memang ada.

"Karena bank juga ada yang namanya risk appetite (selerarisiko), dan masing-masing risk appetite bank itu berbeda tidak bisa digeneralisir. Contoh sederhananya mungkin bank A tidak mau memberikan kredit karena memang tidak memenuhi standar, namun bank lain mau memberikan kredit ke nasabah itu dengan menurunkan sedikit standarnya," ungkap Ryan.

Yang jelas menurut Ryan, orientasi bank dalam memberikan kredit kekonsumen itu adalah menjaga agar debitur tidak kesulitan membayar kewajibannya sehingga tidak terjadi kredit macet (NPL) di banknya.

"Jadi tidak benar bank menghambat pemberian kredit karena alas an profesi seseorang," pungkas Ryan.

Sumber: Liputan6.com , 29 Oktober 2012 | 12:09:53
Link: http://news.liputan6.com/read/446745/bank-pilih-pilih-profesi-orang-dalam-memberikan-kredit

ANALISIS:
Menurut saya, kebijakan bank yang memilih-milih profesi seseorang dalam memberikan kredit memang baik. Karena bank tidak menginginkan adanya kredit macet dari nasabahnya karena seorang nasabah tidak dapat melunasi semua kreditnya kepada pihak bank. Tetapi seharusnya ada keterbukaaan mengenai penolakan pengajuan kredit suatu nasabah, karena semua nasabah juga mempunyai hak kenapa pengajuan kredit mereka ditolak oleh pihak bank sekalipun karena profesi seorang nasabah tersebut sehingga nasabah tidak bingung dan memperoleh kejelasan dari alasan penolakan pengajuan kreditnya.

Kelas Menengah Paling Rewel dan Marah Kalau BBM Naik


Kelas Menengah Paling Rewel dan Marah Kalau BBM Naik

Liputan6.com, Jakarta: Siapa yang paling menjerit kalau harga BBM di Indonesia naik? Ternyata bukan kelas ekonomi bawah yang teriak, tapi kelas ekonomi menengah yang paling sering menolaknya.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaid iNotonegoro mengatakan kelas bawah atau penduduk miskin yang tinggal di desa justru tidak terlalu rebut dengan kenaikan harga BBM karena mereka jarang menggunakan kendaraan untuk keperluan sehari-harinya.

Begitu juga dengan kelas menengah atas, yang sebenarnya bisa mengikuti kebijakan kenaikan harga minyak karena memang mampu.

Tapi berbeda dengan kelas menengah yang setiap hari menggunakan alat transportasi untuk kerja sehingga kenaikan harga BBM sangat berdampak kepengeluarannya.

"Kelas menengah itu well educated, terlebih dengan eksisnya mereka di sosial media membuat kelas menengah gampang untuk bersatu menolak kenaikan harga BBM. Jadi memang yang menggerakkan penolakan kenaikan harga BBM itu selalu kelas menengah," kata Komaidi dalam perbincangannya dengan liputan6.com melalui telepon, Rabu (23/10).

Tapi sebenarnya jika menghitung pendapatan warga, maka pendapatan masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih tinggi yakni 2-6 dolar AS per hari, yang kemampuannya untuk beradaptasi dengan kenaikan harga minyak tetap bisa.

"Tahun 2008 harga BBM pernah mencapaiRp 6000 per liter, dengan kenaikan pendapatan saat ini kemampuan untuk membeli harga BBM di harga tersebut juga sebenarnya masih mampu," ujar Komaidi.

Hanya saja lanjut Komaidi, kenaikan harga BBM bukan Cuma masalah mampu atau tidak mampu, tapi ada sisi psikologis lain yakni sifat masyarakat yang sering pura-pura merasa miskin.

"Jadi memang harus ada paksaan untuk kenaikan harga BBM, asalkan pemerintahnya bersih, mampu mengalihkan subsidi tersebut dengan benar maka masyarakatakan melihat memang ada manfaatnya menaikkan harga BBM," jelasnya.

Bagaimana pun masyarakat tidak bias terus menerus dimanjakan dengan BBM murah. Karena di sisi lain persediaan minyak juga makin menipis apalagi BBM untuk masyarakat sebesar 50-60 persen berasal dari impor.

"Jika tidak disadarkan mulai dari sekarang, mungkin 20-30 tahun lagi Indonesia makin tergantung dengan impor minyak, dan pemerintah akan kesulitan menanggung biaya subsidi yang terus menerus tinggi," katanya.

Sekedar informasi pemerintah sudah mendapat lampu hijau dari DPR untuk menaikkan harga BBM di 2013. Namun kenaikan harga BBM itu dinilai Komaidi tidak akan dilakukan pemerintah karena alas an politis menjelang pemilu.
Sumber: Liputan6.com, 24 Oktober 2012 |12:43
Link: http://news.liputan6.com/read/446983/kelas-menengah-paling-rewel-dan-marah-kalau-bbm-naik

ANALISIS:
Menurut saya, kebijakan kenaikan harga bbm memang selalu ada pro dan kontra. Memang masyarakat menengah yang sebagian besar memanfaatkan BBM setiap harinya. Tetapi sekarang ini masyarakat di desa pun sudah banyak yang menggunakan sepeda motor. Maka masyarakat desa pun akan merasakan kenaikan harga BBM itu. bahkan bagi masyarakat kecil di pedesaan yang tidak mempunyai kendaraan bermotor pun ikut merasakan dampak dari kenaikkan  BBM karenakenaikan harga BBM akan mempengaruhi kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok lainnya. Jadi kesimpulannya, bukan hanya masyarakat menegah saja yang keberatan dengan harga kenaikkan BBM, tetapi masyarakat kelas bawah juga keberatan.

Wah, KAI Kenakan Tarif Rp 2.000 untuk 'Jurusan' Toilet Gambir


Wah, KAI Kenakan Tarif Rp 2.000 untuk 'Jurusan' Toilet Gambir

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim terus berkomitmen membenahi sarana pelayanan kereta dan stasiunnya. Toliet stasiun pun telah disulap berbeda menjadi bersih dan 'kinclong'.

Namun tunggu dulu, toilet umum tersebut ada tarifnya lho. Siapkan saja kocekRp 2.000 untuk menggunakan fasilitas tersebut.

"Bayar Rp 2.000 mas," jelas seorang petugas penjaga toilet berseragam biru yang menggunakan kartu identitas khusus PT KAI di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (28/10/2012).

Salah seorang penumpang KeretaApi, Tika menyesalkan masih dipatoknya tariff khusus toilet di Stasiun Gambir tersebut. Pasalnya, toilet merupakan fasilitas umum yang seharusnya gratis.

"Payah mas, masih saja 'dipalak' Rp 2.000. Meskipun bersih sekali tapi saying jika harus bayar," tuturTika.

Direktur Utama KAI Ignasius Jonan pernah memamerkan betapa bersihnya toilet di stasiun Gambir, Jakarta. Jika kita ingat, toilet tersebut pernah dipakai Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mandi saat akan melakukan rapat pimpinan, pada Selasa (24/7/2012) lalu.

"Hampir semua stasiun sudah diperbaiki toiletnya. Paling kurang gratis dan bersih. Tujuannya adalah meningkatkan pelayanan," ujar Jonan.

Sebelumnya, Jonan pernah berani bertaruh untuk membandingkan kondisi Stasiun Kereta Gambir, Stasiun Senen di Jakarta Pusat dengan stasiun modalainnya. Bahkan mantan direktur Citi Grup ini yakin kondisi stasiun Gambir lebih bagus dari BandaraSoekarno-Hatta.

Jonan pernah memperlihatkan kondisi toilet  Stasiun Gambir yang terlihat bersih dan tertata apik, bahkan aroma yang tak sedap, yang lazim di toilet-tolet umum, tak tercium. Ia juga menjamin tak ada satu pun punting rokok yang tercecer di kawasan Stasiun Gambir.

Menurutnya hal ini bias dicapai, meskipun di stasiun kereta tidak dipungut pajak seperti yang dikenakan pada setiap bandara udara, yaitu airport tax.

"Kalau bandara bayarnya itu Rp 40 ribu, kalau anda masuk bayarRp 40 ribu, Ya top disini (Gambir). Lho ini fakta, Senen (Stasiun) juga lumayan rapih," katanya.

Jonan juga mengatakan selain Stasiun Gambir dan Senen, masih banyak stasiun kereta yang saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik, seperti stasiun-stasiun di Jawa Tengah, selebihnya masih terus dalam proses perbaikan dan sterilisasi.

Sumber: Detikfinance, Minggu, 28/10/2012 10:30 WIB
Link:  http://finance.detik.com/read/2012/10/28/105400/2074191/4/wah-kai-kenakan-tarif-rp-2000-untuk-jurusan-toilet-gambir?

ANALISIS:
Menurut saya, perbaikkan toilet stasiun menjadi lebih bersih dan bagus itu memang sudah seharusnya dilakukan oleh pengelola stasiun secara rutin di semua stasiun. Tetapi adanya toilet yang bersih dan bagus itu mengharuskan pemakainya membayar lagi itu sangatlah tidak bijaksana. Karena toilet stasiun merupakan fasilitas yang diperuntukan oleh pemakai pengguna jasa transportasi kereta api. Penumpang kereta api sudah membayar tiket untuk naik kereta api tersebut yang didalamnya sudah termasuk biaya untuk perbaikkan fasilitas stasiun termasuk toilet. Jadi sebaiknya semua fasilitas stasiun itu digratiskan untuk pemakai jasa transportasi kereta api.

Template by:

Free Blog Templates